Met sore mnuju mlm Bear's...
Always hjan mlulu neh jd khambat aktifitas...
Mw caw plng lp g bw jas hjan jd aj nongkrong dl d warung kopi(smbil ngceng gadis desa tentuny.wkwkwk)
Kli ni mw ngsharing sputar jas hujan. Sobat Bear's smua klo pk jas ujan model ky gmn? jas ujan ponco, stelan, ponco stelan, trashbag or daun pisang(LOL).
Patut dicermati pmilihan jas hjan hrs sesuai kaidah safety jd jgn ampe gya doank tp g safety y sobat Bear's smua. Pling aman pk model stelan cz mngurangi resiko jas ujan nyangkut.
Dan juga pmilihan bahan dan tipe sambungan prlu diperhatikan jg jgn ampe dah dpke g twny bcor. Tiap jas hjan pny klebihan dan kekurangan msing sprti tipe sambungan jaitan memang kuat namun mudah tembus pd bag sambungan jaitanny sedangkan sambungan press pnya klebihan tidak tmbus air namun ag rentan sobek or lepas...
Jd pilih jas hujan yg tepat n budget y sobat Bear's...!!!
#DivMekanikHVRB
#026
Wednesday, February 18, 2015
Thursday, June 19, 2014
Apa sih Kopdar itu ?
KOPDAR itu adalah singkatan dari Kopi Darat, dimana sebagian orang biasanya berkumpul di tempat yang sudah mereka tentukan, dan mengacu pada pertemuan sesama pengguna yang pada umumnya sudah saling kenal lewat internet maupun komunikasi radio.
Nih ada sedikit foto-foto saat keluarga besar HVRB kopdar
Mantapkan ,, hehe
Pada dasarnya kopdar itu supaya sebagian orang mampu mengenal satu sama lain dan bisa memperkuat tali silaturahmi antara sesama pengguna tersebut.
Nih ada sedikit foto-foto saat keluarga besar HVRB kopdar
Mantapkan ,, hehe
Pada dasarnya kopdar itu supaya sebagian orang mampu mengenal satu sama lain dan bisa memperkuat tali silaturahmi antara sesama pengguna tersebut.
Rumus dan Tata Cara Touring Sepeda Motor
Apa sih yang dimaksud dengan Touring ?
Touring merupakan salah satu bentuk kegiatan para Bikers untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan dengan menggunakan Sepeda Motor. Pada Touring terdapat aturan, baik itu kode-kode maupun tata cara touring agar perjalanan dapat berjalan dengan lancar.
Berikut sedikit informasi tentang Tata cara Touring menggunakan Sepeda Motor :
Hand Code (Kode Tangan) :
Touring merupakan salah satu bentuk kegiatan para Bikers untuk melakukan perjalanan ke tempat tujuan dengan menggunakan Sepeda Motor. Pada Touring terdapat aturan, baik itu kode-kode maupun tata cara touring agar perjalanan dapat berjalan dengan lancar.
Berikut sedikit informasi tentang Tata cara Touring menggunakan Sepeda Motor :
Hand Code (Kode Tangan) :
- Gunakan hanya tangan kiri
- Acungkan jempol ke atas = untuk konfirmasi tanda siap berangkat atau salam brotherhood
- Satu jari = bentuk barisan menjadi satu kolom
- Dua jari = bentuk barisan menjadi dua kolom
- Jari telunjuk dan jari kelingking diangkat = bentuk barisan menjadi zigzag
- Lima jari = peserta touring bubar dari barisan untuk kembali bergabung setelah melewati rintangan (macet)
- Jari mengepal = siap-siap berhenti (hanya untuk stop point)
- Menunjuk arah = siap-siap berbelok ke arah yang dituju
- Turunkan kaki kiri = menunjukan adanya lubang di sebelah kiri
- Turunkan kaki kanan = menunjukan adanya lubang di sebelah kanan
- Turunkan kedua kaki = menunjukan jalanan rusak, bergelombang, marka melintang, dan kereta api
- Bunyi panjang = konfirmasi siap berangkat (hanya sweeper), tanda klotur putus (hanya sweeper), tanda konvoi sudah kembali komplit setelah terputus (hanya sweeper)
- Bunyi berulang sering = permintaan emergency stop
- Bunyi pendek dua kali = salam brotherhood
- Motor dalam keadaan baik secara keseluruhan dan wajib tune up atau service sebelum hari keberangkatan
- Mental dan fisik biker maupun boncenger dalam keadaan fit secara keseluruhan
- Patuhi semua standar safety rider
- Peserta wajib memakai perlengkapan touring
- Datang tepat waktu baik di start point ataupun di meeting point
- Masuk dalam klotur (kelompok touring) yang telah ditentukan
- Lampu bohlam depan
- Busi
- Sekring
- Kabel rem
- Kabel kopling
- Ban dalam
- Handle rem
- Peralatan motor
- Berlaku untuk setiap pemberangkatan baik dari start point dan setiap stop point (check point, emergency stop, dll) yang ditentukan oleh RC (Road Captain)
- RC memberikan tanda siap berangkat dengan menghidupkan mesin motornya dan memposisikan motornya sebagai RC (terdepan)
- Peserta mengikuti dengan membentuk barisan satu kolom dan ditutup oleh SP (SweePer)
- RC memberikan tanda akhir siap berangkat (lihat postingan Hand Code diatas) diikuti oleh peserta yang sudah siap
- SP memberikan tanda konfirmasi siap berangkat kepada RC (lihat postingan Horn Code diatas)
- Dibagi dalam beberapa klotur dengan maksimum peserta 10 motor per klotur
- Tidak membentuk garis lurus dengan motor di depannya
- Posisikan motor lebih ke kanan atau ke kiri terhadap motor di depan untuk memberikan jarak menghindar bila terjadi pengereman mendadak
- Atur jarak aman sesuai dengan kecepatan
- Pastikan kecepatan tidak melebihi 60 kpj
- Tidak melanggar lampu merah
- Teruskan pesan Hand Code (Kode Tangan) dan Foot Code (Kode Kaki) kepada peserta dibelakang
- Nyalakan lampu penerang jalan (lampu dekat)
- Hidupkan lampu hazard (opsional)
- Tidak menggunakan lampu strobo atau lampu flip-flop
- Tidak menggunakan sirine ataupun pengeras suara
- Tidak membunyikan klakson terhadap hal yang tidak perlu atau sudah diwakili oleh RC
- Tidak saling mendahului
- Pendengaran tetap dominan terhadap kondisi sekitar
- Usahakan selalu tetap tenang
- Tidak meninggalkan peserta yang mengalami masalah (trouble) di jalan
- RC mengurangi kecepatan terutama saat lampu lalu lintas menyala kuning untuk menghindari putus nya konvoi
- Tetap dalam konvoi kecuali ditentukan lain oleh RC
- Tidak menerobos lampu merah sekalipun konvoi harus terputus
- SP memberikan pesan Horn Code (Kode Klakson)
- RC mengurangi kecepatan
- Setelah bebas dari hambatan, peserta yang terputus bersama SP mengejar konvoi dalam kecepatan aman max. 80kpj
- Setelah semua bergabung kembali, SP kembali memberikan Horn Code (Kode Klakson)
- Maksimalkan jarak motor dengan motor di depan nya sesuai kecepatan
- Berikan tanda dan berikan jalan untuk mendahului kepada penyusup
- SP berusaha mengeluarkan penyusup dengan cara-cara yang baik
- Peserta memberika tanda darurat mohon berhenti jika memungkinkan
- RC memberhentikan konvoi
- SP memberi kabar RC bila tidak mengetahui
- SP atau salah satu peserta memberi tanda kepada klotur berikut
- Tidak meninggalkan peserta dijalan dalam situasi apapun
- Tidak meninggalkan peserta sendirian atau lebih baik lagi pending klotur
- SP memberikan tanda kepada klotur berikutnya untuk tidak berhenti
- Korban dirawat sementara
- Bawa korban ke balai pengobatan terdekat
- Parkir semua motor di lokasi aman (ditunggui salah satu peserta bila perlu)
- Semua peserta mengamankan TKP dan mengatur lalu lintas
- SP memberikan tanda kepada klotur berikutnya
- Evakuasi di pimpin langsung oleh RC
- RC broadcast berita
- Wajib stop touring
- Klotur emergency stop
- RC cari bengkel terdekat bila tidak bisa ditangani oleh peserta
- Antar dan kawal motor ke bengkel terdekat
Subscribe to:
Posts (Atom)










